Pelaksanaan Psychophoria Dalam Rangka Menumbuhkan Mental Positif Bagi “Korban” Napza Di Balai Rehabilitasi Insyaf Sumatera Utara
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dipadukan dengan kegiatan Pembelajaran Public Relations (PR) yang merupakan kegiatan lapangan bagi dosen dan mahasiswa sebagai wahana untuk mendorong empati mahasiswa, dan dapat memberikan sumbangsih bagi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat. Adapun tujuan pengabdian masyarakat ini adalah: Pertama, memandu masyarakat untuk dapat memanfaatkan media social sebagai sarana pemasaran. Kedua, menumbuhkan minat untuk mengejar pendidikan bagi remaja yang terdapat di desa. Ketiga, menumbuhkan jiwa sosialisasi bagi mahasiswa. Keempat, memperkenalkan media social sebagai tempat menghasilkan pendapatan. Beberapa metode yang bisa diterapkan dalam kerangka pemberdayaan kelompok sasaran pada program PJBL ini antara lain melalui: kegiatan observasi, dokumentasi, penyuluhan, pembimbingan kegiatan PJBL, monitoring dan evaluasi. Agar dalam pelaksanaan program kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, mahasiswa peserta PJBL sebelum terjun di lapangan, terlebih dahulu diberi pembekalan tentang materi program yang akan dikenakan pada sasaran kelompok. Adapun hasil kegiatan program PBJL ini adalah 1) Masyarakat mengetahui manfaat media sosial. 2) Terciptanya lingkungan hidup yang sehat dengan ditengarai adanya tempat/bak sampah di setiap rumah hunian yang tertata secara baik. 3) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penggunaan media sosial. 4) Terlatihnya kelompok sasaran program dalam mengefisiensi waktu. 5) Terlatihnya sasaran program menjadi terampil dalam memasarkan produk yang mereka buat. 6) Membuka wawasan pemuda desa untuk melanjutkan pendidikan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat alam berkomunikasi dalam rangka persiapan menjelang pemilihan umum tahun 2024
##plugins.themes.bootstrap3.article.details##
[2] S. Azwar, “Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya,” 2018.
[3] K. Setiawan, “Pemberdayaan Anak Panti Asuhan,” IBM, 2017.