Kesantunan Algoritmik: Strategi Pragmatik dalam Chatbot Pemerintah dan Pengaruhnya terhadap Kepatuhan Warga
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan strategi kesantunan pragmatik dalam chatbot pemerintah dan pengaruhnya terhadap kepatuhan warga dalam interaksi layanan publik berbasis digital. Dengan semakin berkembangnya teknologi chatbot, terutama dalam pelayanan administrasi publik, penting untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip kesantunan dalam komunikasi berperan dalam memengaruhi respons warga. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatik untuk menganalisis percakapan antara chatbot dan pengguna, mengidentifikasi penggunaan strategi kesantunan verbal seperti penyampaian permintaan, penggunaan mitigasi, dan strategi untuk menjaga solidaritas sosial dalam konteks layanan publik. Melalui analisis percakapan chatbot yang digunakan dalam beberapa layanan pemerintah digital di Indonesia, penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi kesantunan, baik dalam bentuk kesopanan positif maupun kesopanan negatif, berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan warga terhadap instruksi yang diberikan chatbot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang lebih sopan dan empatik dapat meningkatkan kepercayaan warga terhadap sistem digital, serta mempengaruhi kemauan mereka untuk mengikuti prosedur yang disarankan. Sebaliknya, kurangnya strategi kesantunan dalam percakapan dapat menyebabkan ketidakpuasan dan penurunan kepatuhan. Penelitian ini juga membahas hubungan antara desain chatbot dan faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi cara warga merespon layanan digital. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembang chatbot dalam merancang interaksi yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga sensitif terhadap konteks budaya dan sosial warga. Implikasi praktisnya adalah pentingnya memperhatikan prinsip kesantunan dalam desain chatbot pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan dan partisipasi warga dalam layanan publik berbasis teknologi.
##plugins.themes.bootstrap3.article.details##
[2] Kádár, D. Z., & Haugh, M. (2013). Understanding politeness. Cambridge University Press.
[3] Harris, S. (2019). Pragmatics and discourse analysis: The influence of politeness strategies in digital communication. Discourse & Society, 30(4), 405–420. https://doi.org/10.1177/0957926519836393
[4] Chen, S. (2019). Pragmatic competence and its impact on chatbot communication in customer service. Journal of Language and Social Psychology, 38(2), 158–171. https://doi.org/10.1177/0261927X18823055
[5] Holmes, J., & Schnurr, S. (2005). Politeness, humor, and gender in the workplace. Journal of Pragmatics, 37(10), 1748–1767. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2004.06.007
[6] Leech, G. N. (2014). The pragmatics of politeness. Oxford University Press.
[7]
[8] Bergman, M., & Kasper, G. (2016). Impoliteness in interaction. John Benjamins.
[9] Yus, F. (2017). Cyberpragmatics: Internet-mediated communication in context. John Benjamins Publishing Company.
[10] Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Routledge.
[11] Searle, J. R. (2010). Speech acts: An essay in the philosophy of language (Revised ed.). Cambridge University Press.
[12] Bunt, H. C., & de Rijke, M. (2012). Pragmatics and the design of social dialogue systems. Journal of Pragmatics, 44(7-8), 1169–1181. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2012.03.004
[13] Cohen, A. D., & Shively, R. L. (2015). Politeness and identity: A study of politeness strategies in political discourse. Language and Politics, 14(2), 235–261. https://doi.org/10.1075/jlp.14.2.02coh
[14] Derks, D., Fischer, A. H., & Bos, A. E. R. (2008). The role of emotion in computer-mediated communication: A review. Computers in Human Behavior, 24(3), 766–785. https://doi.org/10.1016/j.chb.2007.04.004
[15] Culpeper, J., & Haugh, M. (2014). Pragmatics and the English language. Palgrave Macmillan.
[16] Stivers, T., & Hayashi, M. (2010). The Interactional Management of Politeness: Interactional Sociolinguistics. Oxford University Press.