##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Bobi Sinaga

Abstract





Studi ini mengkaji narasi trauma pasca-konflik dalam novel kontemporer Asia Tenggara, dengan fokus pada bagaimana memori dialogis dan waktu terfragmentasi berfungsi dalam memetakan pengalaman luka sosial. Berdasarkan pendekatan psikoanalitik dan teori memori, penelitian ini meneliti bagaimana teknik naratif—seperti fragmentasi waktu, pergeseran fokalisasi, dan analepsis/prolepsis terputus—digunakan untuk menggambarkan proses trauma dan pemulihan. Melalui close reading terhadap tiga novel terpilih yang berlatar konflik politik dan sosial di Asia Tenggara, penelitian ini menunjukkan bagaimana penulis membangun narasi yang tidak hanya menampilkan pengalaman pribadi korban, tetapi juga menegosiasikan ingatan kolektif yang terbentuk pasca-konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmentasi waktu dalam narasi menciptakan ketegangan antara kenangan pribadi dan memori sosial yang lebih luas, di mana waktu yang terputus-putus mencerminkan ketidakmampuan untuk mengintegrasikan pengalaman kekerasan dalam narasi yang utuh. Teknik fokalisasi berganda dan staging arsip (foto, dokumen, testimoni) memungkinkan pembaca untuk melihat trauma dari berbagai perspektif—baik individu, keluarga, maupun masyarakat luas. Di sisi lain, kesunyian atau ruang kosong dalam teks juga berfungsi sebagai indikator dari trauma yang tidak dapat diungkapkan, tetapi tetap hadir dalam ketidakhadirannya. Secara keseluruhan, penelitian ini menyarankan bahwa narasi trauma pasca-konflik di Asia Tenggara tidak hanya bertujuan untuk menceritakan kembali kekerasan yang terjadi, tetapi juga untuk membangun ruang dialogis yang memungkinkan rekonsiliasi memori antara yang terdampak dan masyarakat secara lebih luas. Implikasi teoretisnya adalah pentingnya memahami narasi pasca-konflik sebagai proses dinamis yang melibatkan dialog antara ingatan individu dan kolektif, serta perlunya pendekatan naratif yang sensitif terhadap ketegangan antara dokumentasi dan kesunyian dalam pengalaman trauma.





##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

References
[1] Hirsch, M. (2021). The Generation of Postmemory: Writing and Visual Culture After the Holocaust (2nd ed.). Columbia University Press.
[2] Balaev, M. (2019). The Nature of Trauma in American Novels. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-319-99445-9
[3] Van der Kolk, B. A. (2020). The Body Keeps the Score: Brain, Mind, and Body in the Healing of Trauma. Penguin Books.
[4] Berger, S. (2017). Memory and Trauma in the Postwar European Novel. Routledge.
[5] Rothberg, M. (2019). Multidirectional Memory: Remembering the Holocaust in the Age of Decolonization (2nd ed.). Stanford University Press.
[6] Luckhurst, R. (2017). The Trauma Question (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315729544
[7] Eaglestone, R. (2017). The Holocaust and the Postmodern. Oxford University Press.
[8] Stiles, S. (2020). Postconflict Literature and the Political Imaginary. Oxford University Press.
[9] Felman, S., & Laub, D. (2020). Testimony: Crises of Witnessing in Literature, Psychoanalysis, and History (2nd ed.). Routledge.
[10] Cohen, R. (2016). The Memory of the Holocaust in Contemporary Jewish Fiction. Bloomsbury Academic.
[11] Giorgio, G. & Becker, A. (2019). Trauma Narratives in Contemporary Literature. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-11309-0
[12] Baker, C. (2018). The Politics of Memory: The Journey of a Generation. Cambridge University Press.
[13] Herman, J. L. (2020). Trauma and Recovery: The Aftermath of Violence—From Domestic Abuse to Political Terror (20th Anniversary ed.). Basic Books.
[14] Mundhenk, P. & Rodriguez, A. (2018). Archival Trauma: Memory, History, and Witnessing in Contemporary Fiction. Palgrave Macmillan.
[15] Sampson, E. (2019). The Healing Power of Memory: Trauma, Culture, and Reconciliation. University of Chicago Press.
[16] Winter, J. (2021). Memory and Postwar Literature: Trauma, History, and the Representation of Violence. Routledge.
[17] Zimbardo, P. (2019). The Lucifer Effect: Understanding How Good People Turn Evil. Random House.
[18] Rothberg, M. (2021). Memory and the Postcolonial Novel. University of California Press.
[19] Derrida, J. (2020). Archive Fever: A Freudian Impression (2nd ed.). University of Chicago Press.