##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Wandana Gurusinga

Abstract





The abstract should be clear and informative in one paragraph (between 150 and 300 words). Use the Book Antiqua font size 9 pt with single spacing. It should describe your entire paper in a concise manner containing an introduction indicating research gaps, objectives, methodology, findings, conclusions, and implications/contributions of the research. It should tell potential readers what you did and highlight key findings. Avoid using technical jargon and unfamiliar abbreviations. The abstract should appear at the top of the first page after the title, author. Email address of the corresponding author (who will handle correspondence at all stages of assessment and publication, as well as post-publication; this responsibility includes answering any future questions about the Methodology and Materials) of the paper. Keywords are your manuscript labels and are important for proper indexing and searching. They should be well chosen and closely related to the topic to make it easier for readers to find and should represent the content of your article. Use only abbreviations that are commonly used in the field. There should be 3-7 keywords (phrases). Each phrase in Keywords must be separated by a semicolon.





##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

References
Dennis. ( 2019 ). Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Pupuk Kandang Terhadap Populasi Wereng Batang Coklat Nilaparvata Lugens Stal Pada Lahan Padi Dengan Konsep Pht Di Desa Jeblog Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Blitar: Universitas Brawiijaya
Dobermann, A. Dan T. Fairhust. ( 2000 ). Nutrient Disorders and Nutrient Management. Tham Sin Chee. 19 lp.
Fitri, H. (2009). Uji Adaptasi Beberapa Varietas Padi Ladang (Oryza sativa L.). Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Kaya, E. (2013). Pengaruh kompos jerami dan pupuk NPK terhadap N-tersedia tanah, serapan-N, pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.). Universitas Pattimura. Skripsi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian. Maluku.
Kementerian Pertanian. (2009). Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Standar Mutu Pupuk Organik Cair dan Pupuk Hayati. Permentan. No. 28 Th 2009.
Lingga, P. Dan Marsono. (2003). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Makarim dan Suhartatik, (2009). Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Sukabumi.Subang.
Makarim et. Al., (2007). Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Hal 295-330.
Puspita, F., D. Zul dan A. Khoiri. (2013). Potensi Bacillus sp. asal rizofer Giam Siak Kecil Bukit Batu sebagai rhizobacteria pemacu pertumbuhan dan antifungi pada pembibitan kelapa sawit. Laporan Penelitian
Rauf, A.W., Syamsudin dan S. R. Sihombing. (2010). Peranan Pupuk NPK pada Tanaman Padi. Departemen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Irian Jaya.
Saraswati, R., Tini Prihatini, dan Ratih D. H. (2001). Teknologi pupuk Mikroba untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan keberlanjutan sistem produksi pdi sawah.
Suardi. (2002). Perakaran Padi Dalam Hubungannya Dengan Toleransi Tanaman Terhadap Kekeringan Dan Hasil. Jurnal Litbang Pertanian, 21(3):105.
Suharno. (2014). Sistem Tanam Jajar Legowo Salah Satu Upaya Peningkatan Produktivitas Padi.
Suhartatik, (2008). Morfologi dan Fisiologi Tanaman padi.
Suhartatik, E dan Makarim, Ak. (2010). Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Bogor.
Tinendung, R. (2014). Uji formulasi Bacillus sp. sebagai pemacu pertumbuhan tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pekanbaru.
Yusuf, M., Haeruddin, H., & Kusmiah, N. (2020). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Pendapatan Usahatani Padi Sawah (Oryza Sativa). JournalPeqguruang, 2(1),349-352.