Pengaruh Jarak Tanam Dalam Upaya Menekan Pertumbuhan Gulma Pada Pertanaman Dan Produksi Cabai Merah (Capsicum annuum L.)
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jarak tanam dan menekan pertumbuhan gulma pertanaman cabai merah (Capsicum annum L) serta untuk mengetahui hasil produksi cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan J1 = Jarak Tanam 30 x 60 cm, J2 = Jarak Tanam 40 x 60 cm, J3 = Jarak Tanam 50 x 60 cm dan J4 = Jarak Tanam 60 x 60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 8 MST dan bobot buah cabai merah per plot. Semakin sempit jarak tanam maka produksi cabai merah semakin tinggi. Jumlah gulma paling banyak pada J1 dan paling sedikit pada J2.
##plugins.themes.bootstrap3.article.details##
Dobermann, A. Dan T. Fairhust. ( 2000 ). Nutrient Disorders and Nutrient Management. Tham Sin Chee. 19 lp.
Fitri, H. (2009). Uji Adaptasi Beberapa Varietas Padi Ladang (Oryza sativa L.). Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Kaya, E. (2013). Pengaruh kompos jerami dan pupuk NPK terhadap N-tersedia tanah, serapan-N, pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.). Universitas Pattimura. Skripsi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian. Maluku.
Kementerian Pertanian. (2009). Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Standar Mutu Pupuk Organik Cair dan Pupuk Hayati. Permentan. No. 28 Th 2009.
Lingga, P. Dan Marsono. (2003). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Makarim dan Suhartatik, (2009). Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Sukabumi.Subang.
Makarim et. Al., (2007). Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Hal 295-330.
Puspita, F., D. Zul dan A. Khoiri. (2013). Potensi Bacillus sp. asal rizofer Giam Siak Kecil Bukit Batu sebagai rhizobacteria pemacu pertumbuhan dan antifungi pada pembibitan kelapa sawit. Laporan Penelitian
Rauf, A.W., Syamsudin dan S. R. Sihombing. (2010). Peranan Pupuk NPK pada Tanaman Padi. Departemen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Irian Jaya.
Saraswati, R., Tini Prihatini, dan Ratih D. H. (2001). Teknologi pupuk Mikroba untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan keberlanjutan sistem produksi pdi sawah.
Suardi. (2002). Perakaran Padi Dalam Hubungannya Dengan Toleransi Tanaman Terhadap Kekeringan Dan Hasil. Jurnal Litbang Pertanian, 21(3):105.
Suharno. (2014). Sistem Tanam Jajar Legowo Salah Satu Upaya Peningkatan Produktivitas Padi.
Suhartatik, (2008). Morfologi dan Fisiologi Tanaman padi.
Suhartatik, E dan Makarim, Ak. (2010). Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Bogor.
Tinendung, R. (2014). Uji formulasi Bacillus sp. sebagai pemacu pertumbuhan tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pekanbaru.
Yusuf, M., Haeruddin, H., & Kusmiah, N. (2020). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Pendapatan Usahatani Padi Sawah (Oryza Sativa). JournalPeqguruang, 2(1),349-352.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.